Semarang, LPM MISSI.COM–Hari ini berbeda dengan hari lainnya. Hari ini adalah ulang tahunnya. Manusia paling istimewa yang pernah ada di muka bumi.
Nabi Muhammad adalah manusia biasa. Meskipun ma’shum, terjaga dari dosa, Nabi tetap pernah mendapatkan teguran langsung dari Allah subhanahu wa ta’ala. Ia adalah makhluk biasa, seperti kita semua. Sesuai dengan sifat jaiznya:
الأعراض البشرية
Rasul sama dengan makhluknya.
Baca juga: Keindahan yang Paling Indah
Nabi Muhammad shallahu alaihi wa sallam adalah rahmat bagi seluruh alam semesta. Dalam penggalan qosidah yang begitu indah dari Asyroqot Anwar Nabina,
اَنْتَ شَمْسٌ اَنْتَ قَمَرٌ * اَنْتَ نُوْرٌ فَوْقَ نُوْرْ
Engkau adalah matahari, Engkau adalah rembulan, Engkau adalah cahaya di atas cahaya.
Engkau adalah matahari, yang memberikan kehidupan, kehangatan, dan beribu manfaat untuk seluruh alam jagat raya.
Engkau adalah rembulan, yang nampak begitu indah di kegelapan malam. Menjadi satu-satunya cahaya. Cantik, sejuk, tidak silau dan menyengat seperti matahari.
Tapi Nabi Muhammad tidak keduanya. Beliau lebih dari itu semua. Beliau adalah cahaya di atas cahaya.
Bahkan di tempat terindah, tercantik, paling luar biasa yang hanya bisa terbayang-bayang di benak manusia, yakni surga, tidak akan menarik tanpa adanya Baginda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Begitulah penggalan qasidah thobibil qolby oleh habib Ali bin Muhammad Al-habsyi :
في جنة ما شا قنى من و صفها
Fii jannatin ma syaqoni min washfiha
”Di surga, tidak ada yang menarik hatiku dari gambaran tentangnya”.
الا لكون الحب فيها خيما
Illa likaunil hubbi fiha khoyyama
”Kecuali karena Kekasihku (Muhammad) yang berada di dalamnya”.
Dalam Shahih Muslim, diceritakan Nabi membaca ayat tentang Nabi Ibrahim dan Nabi Isa yang mengkhawatirkan umatnya. Beliau lalu mengangkat tangan dan menangis sambil berdoa:
”Allahumma ummati, ummati (Ya Allah, umatku, umatku)”. Allah kemudian mengutus Malaikat Jibril untuk menyampaikan: “Kami akan membuatmu ridha (puas) terhadap umatmu dan Kami tidak akan menyakiti hatimu.”
Maka, pada momentum malam yang bahagia ini, sepatutnya kita merayakan kelahiran Baginda nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam seraya melantunkan sholawat rasul kepadanya, semoga kelak kita semua diakui sebagai umatnya di hari akhir nanti, Aamiin.
Penulis : Alya Mahda
Editor: Muhammad Hasan
Yang Paling Istimewa
(foto: lpmmissi.com/pinterest)