Foto: Lpmmissi.com/ Pixabay.com |
Di awal masuk kuliah, mahasiswa baru biasanya punya semangat yang berapi-api untuk menunjukan eksistensi di depan teman-temannya, hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau oragnisasi kampus yang dikenalkan saat Pengenalan Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) ingin diikuti semua. Mulai dari Pencak Silat, Karate, Hadrah dan lain-lain.
Organisasi pun membuka lebar untuk siapa saja yang mau bergabung didalamnya, karena ini waktu yang tepat untuk melakukan kaderisasi kepada anggota.
Mereka memilih bergabung dengan berbagai organisasi, mulai dari karena ingin mendapat pengalaman yang lebih, memperluas relasi, memperbanyak teman sampai hanya iseng-iseng ikut saja.
Namun, ada juga mahasiswa yang terpaksa untuk mengikuti organisasi karena adanya bujukan dan paksaan dari senior, ditambah dengan syarat dari Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) bahwa setiap mahasiswa harus mendapatkan 5 tanda tangan dari setiap organisasi.
Dari hal di atas tentunya menimbulkan berbagai macam tipe dari mahasiswa yang dapat ditemukan didalam organisasi. Nah berikut adalah tipe-tipe anak :
1. Numpang Nama
Foto: Lpmmissi.com/ Pixabay.com |
Anggota tipe ini mempunyai kontribusi yang kurang maksimal karena mengikuti banyak UKM atau organisasi. Anggota kategori ini ikut organisasi untuk menambah-nambah kolom pengalaman di CV atau agar terkesan aktif.
Awalnya ia terlihat aktif, bersemangat dan paling menonjol. Namun, saat organisasi sedang membutuhkannya ia menghilang tiada kabar atau menolak dengan seribu alasan. Anggota numpang nama biasanya menjadi panitia kegiatan di banyak organisasi, sehingga mereka terlalu sibuk sana-sini dan tidak fokus.
Walaupun begitu, ada pula anggota yang mengikuti banyak organisasi namun tetap mengimbangi antara organisasi yang satu dan yang lain, sayangnya jumlah mereka hanya terhitung jari.
2. Ada Maunya
Foto: Lpmmissi.com/ Freepik.com |
Anggota tipe ini tiba-tiba rajin datang ke Pusat Kegiatan Mahasiswa (PKM) dan sering ikut rapat. Namun ternyata ia punya tujuan tertentu saat datang ke acara organisasi, seperti mau benerin laptop, instal aplikasi atau mau modus sama anggota organisasi yang lain.
3. Malu-Malu Kucing
Foto: Lpmmissi.com/ Freepik.com |
Datang kalau ada panggilan, tidak banyak bicara, tapi diam-diam punya kemampuan yang luar biasa adalah tipe anggota yang ketiga ini. Senior sering melupakannya dan teringat saat kehabisan orang. Ketika dihubungi senior ia akan membantu dengan baik.
Sebenarnya anggota malu-malu kucing berpotensi besar dalam mengembangkan organisasi, karena ia sudah memiliki kemampuan dan tinggal diasah saja. Anggota seperti ini jangan sampai disia-siakan.
4. Fokus Pada UKM
Foto: Lpmmissi.com/ Pixabay.com |
Anggota tipe terakhir ini akan memberikan kontribusi yang tidak main-main di organisasi yang diikutinya. Biasanya ia akan fokus pada satu organisasi saja. Jika ada agenda tertentu atau kepanitiaan ia akan mendapat tugas yang lumayan. Tipe ini memiliki potensi menjadi seorang ketua pada periode berikutnya.
Namun sangat disayangkan dari keempat jenis mahasiswa yang ikut organisasi, tipe mahasiswa jenis ini sangat langka dijumpai. Sebab mereka inilah mahasiswa yang mampu berjuang hingga titik penghabisannya di bangku kuliah.
Mengikuti banyak organisasi adalah hak semua orang, tapi jangan suka menduakannya. Karena tidak ada yang ingin dinomorduakan di dunia ini. Dan saat memilihnya usahakan tidak mengganggu perkuliahan. Karena walau bagaimana pun prestasi akademik tetap harus yang utama, maka dari itu jadikanlah prestasi organisasi sebagai pendukung akademikmu.
Penulis: Nur Afifah