Nick Mars - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Minima incidunt voluptates nemo, dolor optio quia architecto quis delectus perspiciatis. Nobis atque id hic neque possimus voluptatum voluptatibus tenetur, perspiciatis consequuntur.

Ngabuburit Asik, isi Waktu luang dengan Anyam Suket jadi Wayang di TIK Semarang.

Peserta yang mengikuti kegiatan sukma budaya di TIK, Semarang (sumber foto: lpmmissi.com/Abdul)

SEMARANG,LPMMISSI.COM- Taman Indonesia Kaya (TIK) gelar kegiatan asik dan unik untuk menunggu waktu berbuka puasa, dengan tajuk “Sukma Budaya” acara ini mampu menarik perhatian Gen Z di kota Semarang, Minggu (16/3).

Acara ini berlangsung di Taman Indonesia Kaya Semarang di Kelurahan Mugassari, Kecamatan Semarang Selatan.

Sebanyak 60 peserta tengah membuat wayang suket yang terbagi menjadi beberapa kelompok, dan mendengarkan arahan dari pengrajin wayang suket serta diiringi alunan musik Jawa membuat acara ini semakin meriah.

Project Officer Recycle, Ihsan Tabah mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengkolaborasikan nilai-nilai budaya dengan spiritualitas dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan,

“Kita menggabungkan konsep budaya dengan spiritual, kita gabungkan di Ramadhan ini,” ujarnya.

Baca juga: Mengenal Keutamaan dan Hikmah Nuzulul Qur’an

Ihsan menjelaskan acara ini dirancang untuk mendekatkan Gen Z dengan budaya lokal, dalam acara ini peserta diwajibkan untuk menggunakan dress code bernuansa budaya seperti batik untuk menciptakan nuansa budaya yang kental.

ia berharap dengan acara ini dapat menamabah pengetahuan jika jenis wayang tidak hanya Wayang Kulit saja namun ada jenis Wayang Suket.

“Harapanya Gen Z dapat lebih tahu, jika Wayang tak hanya Wayang Kulit saja, namun ada Wayang Suket pula.

Pengrajin Wayang Suket Rofiq Achmad menjelaskan, Wayang Suket yang kita buat berbahan dasar rumput Mendhong yang banyak tumbuh di daerah rawa, dengan menggunakan tiga Teknik anyam, kepang, dan lipat dapat menciptakan satu buah Wayang Suket.

“Wayang suket yang kita gunakan ini berbahan dasar suket mendhong dan dengan menggunakan Teknik anyam, kepang, dan lipat kita bisa menciptakan Wayang Suket,” ujarnya.

Karakter dalam Wayang Suket ini lebih menampilkan sisi kearifan lokalnya seperti karakter Jaka Tingkir dan Roro Jonggrang. Kelebihan mengguakan rumput Mendong yaitu dapat bertahan selama 15 tahun.

“Untuk karakter dalam Wayang Suket ini lebih menonjolkan sisi kearifan lokal nya seperti Jaka Tingkir dan Rorojonggrang. kami mengggunakan suket Mnedong karena dapat bertahan selam 15 tahun tanpa bahan Kimia,” pungkasnya.

Penulis: Abdul Fatah

LPM Missi:

This website uses cookies.