Foto: Dokumen Lpmmissi.com |
SEMARANG, LPMMISSI.COM– Konsep Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) 2020, di UIN Walisongo tetap dilakukan dengan menunggu protokol pemerintah kota Semarang.
Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (Dema-U), Rubait Burhan H mengatakan, konsep PBAK masih dipersiapkan untuk segala kemungkinan.
“Bisa online maupun offline atau kolaborasi keduanya,” katanya saat diwawancarai kru lpmmisi.com pada Selasa, (23/6).
Ia menambahkan, konsep PBAK ini tinggal menunggu kebijakan dari daerah maupun kampus.
Baca juga: UIN Walisongo Wacanakan Wisuda ke-78 Secara Daring
“Tinggal mematangkan konsep, karena new normal juga belum diberlakukan,” tambahnya.
Hal itu juga disampaikan Dema Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Muhammad Yusrul Muna, terkait strategi PBAK akan dilaksanakan dengan protokol yang sudah ditentukan apabila secara offline.
“Kemungkinan PBAK akan berjalan di masing-masing Fakultas untuk menghindari kerumunan massa dengan jumlah yang lebih besar,” ungkapnya.
Baca juga: Bimbingan Online, Mahasiswa Terkesan Teror Dosen Pembimbing
Yusrul juga menyampaikan apabila PBAK dilakukan secara online, akan menggunakan Web-Seminar (Webinar) yang telah dipersiapkan.
“Jika online, akan dibuatkan jadwal untuk Webinar yang sudah disediakan oleh universitas,” katanya.
Sementara itu, sampai saat ini ketua panitia PBAK, Muhammad Anas Hanafi belum memberikan tanggapan kepada lpmmissi.com
Reporter : Hilmi Nasyithotun Nisa’
Editor : Khoirun Nisa’