Nick Mars - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Minima incidunt voluptates nemo, dolor optio quia architecto quis delectus perspiciatis. Nobis atque id hic neque possimus voluptatum voluptatibus tenetur, perspiciatis consequuntur.

Wisudawan Terbaik BPI, Mita Putri Apriliani Selesaikan Skripsi sebelum KKN

[Wisudawan terbaik] Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) UIN Walisongo, Mita Putri Apriliani saat menyampaikan sambutan dalam acara Pelepasan dan Pembekalan Calon Wisudawan FDK di Semarang, Kamis (21/5). (Foto: LPMMISSI.COM/Shafwa)

SEMARANG LPMMISSI.COM- Menjadi lulusan terbaik bukan berarti harus menjadi yang paling pintar di kelas. Prinsip itulah yang dipegang oleh Mita Putri Apriliani, wisudawan terbaik dari Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) periode Mei 2026. Ia sukses menyelesaikan studi sarjananya dengan menyeimbangkan prestasi akademik dan pengabdian masyarakat.

‎Dalam penuturannya, ia telah mencicil skripsinya sejak Mei 2025 melalui mata kuliah metodologi penelitian. Berkat persiapan yang matang untuk memantapkan judul. Akhirnya, melalui beberapa kali bimbingan, ia berhasil menyelesaikan seluruh draf skripsinya sebelum berangkat melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke Papua. Alhasil, Mita bisa langsung melaksanakan seminar proposal (sempro) dan sidang munaqosah tepat setelah pulang dari pengabdiannya.

‎”Ini bukan karena saya paling pintar, tapi karena saya berusaha untuk konsisten. Saya mencoba menyelesaikan setiap tanggung jawab dengan sungguh-sungguh, tidak menunda pekerjaan, dan terus belajar dari setiap proses, termasuk dari kesalahan. Selain itu, doa orang tua dan dukungan lingkungan juga sangat berpengaruh dalam perjalanan saya sampai di titik ini,” jelasnya.

‎Selain fokus di kelas, Mita juga tertantang untuk mengambil langkah berani dengan mengikuti KKN di Papua. Melalui proses seleksi yang dilakukan Sekretaris Jurusan (Sekjur) dan Ketua Jurusan (Kajur) dengan mempertimbangkan kualifikasi jumlah SKS dan keaktifan mahasiswa di kampus, Mita berhasil lolos turut serta dalam pengabdian ke Papua. Harapannya, ia dapat memberikan contoh nyata bagi teman-teman sesama mahasiswa.

‎Dalam sesi wawancara, ia juga membagikan tips efisiensi waktu dalam mengerjakan tugas kuliah agar tidak menumpuk di akhir.

‎”Saya biasanya membuat skala prioritas dan membagi tugas menjadi bagian kecil supaya tidak terasa berat. Selain itu, saya juga membiasakan untuk langsung mengerjakan tugas saat masih ‘fresh’. Intinya, jangan menunggu mood, tapi ciptakan kebiasaan,” jelasnya.

‎Menghadapi rasa malas yang kerap melanda mahasiswa, wisudawan terbaik ini menekankan pentingnya mengingat kembali tujuan awal dan menjaga kedisiplinan diri.

‎”Kalau rasa malas datang, saya biasanya mengingat kembali tujuan awal saya kuliah dan apa yang ingin saya capai. Saya juga mencoba mulai dari hal kecil dulu, karena biasanya yang sulit itu memulai. Setelah mulai, biasanya akan lebih mudah untuk lanjut. Dan yang penting, motivasi bisa naik turun, tapi disiplin yang menjaga kita tetap jalan,” pungkasnya optimis.

Reporter: Shafwa Nadia
‎Editor: Muhammad Hasan

LPM Missi:

This website uses cookies.