spot_img
HomeBeritaTerapkan Hari bebas Kendaraan Bermotor Tuai Respon Positif dan Negatif

Terapkan Hari bebas Kendaraan Bermotor Tuai Respon Positif dan Negatif

doc. lpmmissi.com

 

SEMARANG, LPMMISSI.COM – Hari Bebas Kendaraan Bermotor diberlakukan UIN Walisongo selama kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) yang berlangsung pada Selasa-Jum’at, 2-5 Agustus 2022.

 

Kebijakan yang mengacu pada surat edaran No.3106/Un.10.0/R.2/KM.05.02/07/2022 ini membuat seluruh civitas akademika UIN Walisongo dilarang membawa kendaraan bermotor di lingkungan kampus 2 dan 3 sejak pukul 06.00 – 18.00.

 

Menurut Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK), Ali Murtadho, adanya kebijakan ini tentu memiliki dampak negatif dan positif. Dampak negatif dari kebijakan ini, yaitu mahasiswa baru kemungkinan terlambat mengikuti kegiatan PBAK.

 

Di sisi lain, dampak positifnya ialah udara yang ada di UIN Walisongo bisa lebih segar dan dapat menurunkan emisi karbon yang ada.

 

“Bayangkan kalau mahasiswa, dosen, tenaga pendidik membawa motor, mungkin nanti kurang kondusif dan memicu emisi karbon yang tinggi. Kalau seperti ini, saya merasa lebih nyaman daripada sebelumnya,” ujarnya saat ditemui kru LPM MISSI(2/8).

 

Namun, kebijakan hari bebas kendaraan bermotor tidak berarti bahwa tidak ada kendaraan bermotor yang berlalu lalang di lingkungan kampus. Ali Murtadho sendiri mengaku masih menggunakan kendaraan operasional yang disediakan oleh kampus.

 

“Kendaraan itu untuk memastikan kebutuhan snack , minuman, dan makan mahasiswa dapat terpenuhi,” ucapnya.

 

Jika seandainya kebijakan ini diberlakukan lebih lanjut, ia berharap adanya area parkir yang disediakan oleh pihak kampus untuk seluruh kendaraan mahasiswa, tenaga pendidik, dosen, maupun pejabat yang berkunjung.

 

Ketua Panitia PBAK Dema FDK, Nadila Nur Komalasari, mendukung adanya kebijakan hari tanpa kendaraan bermotor sebab sejalan dengan konsep kampus go green untuk mengurangi emisi karbon.

 

Ia juga mengatakan bahwa tak bisa dipungkiri jika kebijakan ini menimbulkan berbagai kendala, meskipun masih diperbolehkan menggunakan kendaraan dengan jumlah yang terbatas.

 

“Baru pertama kali PBAK dilaksanakan offline setelah 2 tahun pandemi dan tidak diperbolehkan membawa kendaraan, itu menjadi kendala bagi panitia,” ungkapnya.

 

Salah satu mahasiswa baru jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Galih Candra, mengungkapkan bahwa ia merasa senang karena jalanan yang dilalui tidak terlalu ramai. Tetapi, hal itu juga membuatnya kelelahan karena jaraknya agak jauh.

 

“Sedikit merasa keberatan, karena jarak dari gerbang kampus 3 sampai FDK lumayan jauh,” ungkapnya.

 

Reporter: Indah Wulan Sari & Lina Hanifati Atika
Editor: Mukhlis

RELATED ARTICLES

Leave a reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

PALING BARU

PALING POPULER