Nick Mars - Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Minima incidunt voluptates nemo, dolor optio quia architecto quis delectus perspiciatis. Nobis atque id hic neque possimus voluptatum voluptatibus tenetur, perspiciatis consequuntur.

Nguri-uri Budaya, Demak Hadirkan Kolaborasi Lewat Pagelaran Hikayat

Nguri-uri Budaya, Demak Hadirkan Kolaborasi Lewat Pagelaran Hikayat ‎(foto: lpmmissi.com/ Hasan)

DEMAK, LPMMISSI.COM- Suasana malam Minggu (23/5) Alun-Alun Demak dipadati kerumunan warga. Ada yang duduk memenuhi deretan kursi, berdiri di tepian pagar, bahkan lesehan di depan panggung tempat pementasan berbagai seni budaya Demak.

‎”Di sini kami mengumpulkan teman-teman untuk nguri-uri budoyo Demak. Ada Gita Citra Alam (GCA) Keroncong, teman-teman Gamelan, seniman-seniman dari daerah Demak, dan penari-penari dari beberapa sanggar,” jelas Rehana Dzikrina, selaku inisiator Event Organizer acara Hikayat Demak.

‎Acara tersebut melibatkan 70 talent yang memainkan perannya masing-masing. Ada yang menari, bernyanyi, berlaga sebagai Raden Fatah, Patih Ronggo Toh Joyo, dua punggawa kerajaan, tentara kerajaan, atau malah tentara penjajah.

‎Dalam pembukaan acara yang diisi sambutan oleh Ketua Takmir Masjid Agung Demak, Abdullah Makhalli menuturkan bahwa tujuan diadakannya acara ini untuk membuat generasi muda mengenal sejarah, terutama kejayaan Kerajaan Demak dulu. Harapannya, hal ini dapat menumbuhkan rasa bangga dalam diri mereka dan kemudian mengikuti jejak para leluhur.

‎”Ada Raden Pati Unus atau Pangeran Sabrang Lor yang berperan penting dalam melawan penjajah dan menyebarkan Islam di Indonesia mulai dari bagian tengah sampai barat. Sayangnya, keturunan-keturunannya mengikuti jejak leluhurnya ini bisa atau tidak?” tutur Abdullah Makhalli.

Baca juga: Berusaha Semaksimal Mungkin: Kisah Kusnul Khotimah Meraih Predikat Wisudawan MD Terbaik ‎

Melalui kolaborasi antara musik, teatrikal, dan tari, mereka menghadirkan Sultan Fatah, dan menghidupkan kembali sejarah Demak lewat pagelaran Hikayat Demak.

‎Acara ini telah dipersiapkan sejak Agustus 2025 pasca memberikan proposal pagelaran budaya kepada Indonesiana bersama dengan LPDP dan Kementerian Kebudayaan. Sesuai dengan tujuannya, acara ini diadakan secara gratis dan diadakan di tengah kota, tepatnya di Alun-Alun Demak.

‎”Karena alun-alun kan interpretasinya sebagai tempat perkumpulan. Jadi kami jadikan acara ini sebagai pesta rakyat,” ujar Rehana.

‎Selain menjadi ruang edukasi bagi masyarakat tentang sejarah Kesultanan Demak, Rehana mengutarakan bahwa acara ini diharapkan dapat menjadi ruang kolaborasi antara seniman dengan berbagai karya, bidang, dan ekspresi.

Reporter: Muhammad Hasan
Editor: Zuhrotun Nisa

LPM Missi:

This website uses cookies.