Home / Berita / Meski Sambil Menjaga Ayahnya yang Sakit, Rima Berhasil Raih Predikat Wisudawan Terbaik KPI

Meski Sambil Menjaga Ayahnya yang Sakit, Rima Berhasil Raih Predikat Wisudawan Terbaik KPI

Rima Mar’atus Solekha Wisudawan Terbaik KPI FDK Periode-101 (foto: lpmmissi.com/ dok.pribadi)

SEMARANG, LPM MISSI.COM —Rima Mar’atus Solekha, mahasiswi asal Brebes, mendapatkan predikat sebagai wisudawan terbaik Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada wisuda periode ke-101, Sabtu (22/8)

Dalam kesempatan wawancara, Rima mengaku tidak pernah menargetkan menjadi wisudawan terbaik, bahkan baginya bisa lulus dan meraih gelar sarjana sudah merupakan syukur besar.

“Predikat ini saya anggap sebagai bonus dan kejutan indah dari Allah atas perjuangan saya selama ini,” tuturnya.

Dalam tugas akhirnya, Rima menulis skripsi berjudul “Strategi Komunikasi Kehumasan Pondok Pesantren Sabilul Huda Kabupaten Brebes dalam Meningkatkan Citra Positif sebagai Lembaga Pendidikan Islam yang Terpercaya”.

Kondisi ayahnya yang sedang sakit di tengah perjuangan kuliah, menjadi tantangan tersendiri bagi Rima. Dari situ Rima menemukan motivasi untuk segera menyelesaikan kuliah dan membanggakan kedua orang tuanya.

“Tantangan terbesar saya adalah menjaga semangat dan fokus di tengah kondisi Bapak yang sedang sakit. Namun, karena hal itu justru saya jadi termotivasi untuk segera menyelesaikan kuliah dan membuat orang tua bangga,” tutur Rima.

Baca juga: ‎Pengondisian PBAK Tak Kondusif, Salat Asar Mahasiswa Terganggu

Selama kuliah, Rima tidak hanya fokus pada akademik. Ia juga bekerja freelance dan aktif berorganisasi. Kedisiplinan dalam mengatur waktu menjadi kunci, dengan cara menentukan prioritas, tidak menunda pekerjaan, serta berusaha fokus saat di kelas agar materi dapat dipahami maksimal.

“Selama kuliah saya juga kerja freelance dan aktif organisasi. Cara saya mengatur waktu dengan menentukan prioritas dan tidak menunda pekerjaan. Saat di kelas, saya juga berusaha fokus agar bisa memahami materi dengan maksimal,” tutur Rima.

Sosok yang paling memotivasinya adalah kedua orang tuanya, Amirudin dan Saryuni. “Melihat perjuangan dan doa mereka membuat saya selalu ingin bertahan dan menyelesaikan kuliah dengan baik,” tuturnya.

Rima menegaskan bahwa pengalaman paling berkesan adalah ketika skripsinya dapat diselesaikan dengan lancar di tengah ujian keluarga.

Kepada mahasiswa lain yang sedang berjuang Rima juga berpesan agar fokus dengan proses diri sendiri menyelesaikan tugas.

“Jangan terlalu banyak membandingkan proses dengan orang lain, kerjakan sedikit demi sedikit, tetap semangat, dan jangan menyerah. Skripsi tidak harus sempurna, yang terpenting adalah diselesaikan dengan sebaik mungkin,” tuturnya.

Penulis: Amalul Abyan
Editor: Ayu Trianasari

Tag:

Tinggalkan Balasan