Pemindahan Acara JQH di GSG, Menjadi Tanggung Jawab Dema-U


SEMARANG, LPMMISSI.COM
– Milad Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jam’iyatul Qurra Wal Hufadz El-fasya Fakultas Syariah dan Hukum (JQH-FSH) yang dipindah ke Gedung Serba Guna (GSG) kampus III UIN Walisongo menjadi tanggung jawab Dema-U, kamis lalu, (29/03).


Ketua Panitia JQH Lutfi Hakim, menjelaskan mereka telah berkoordinasi dengan Dewan Ekseskutif Mahasiswa Universitas (Dema-U)  soal tempat penyelenggaraan. Semula kegiatan milad bertempat di Audit dua Kampus III, namun pada hari yang sama Audit dipakai untuk kegiatan seminar nasional.

“Jadi sebagai tanggung jawab Dema-U, kami mengalihkan ke GSG sebagai ganti Audit,” tutur mahasiswa jurusan Hukum Keluarga Fakultas Syariah dan Hukum .

Ketua Dema-U Syarifuddin Fahmi, membenarkan bahwa Audit awalnya sudah dipinjam oleh JQH.

“Kami membuat surat lagi atas nama JQH dilaporan. Jadi peminjaman Audit pada tanggal 29 Maret 2018 ada dua yaitu dari JQH dan Dema-U, sebenarnya JQH itu tidak mau dipindah tempatnya,” tuturnya saat dihubungi LPMMISSI.COM via WhatsApp.

Baca juga: Peminjaman GSG, JQH Dianggap Melanggar Aturan SOP

Syarifudin menambahkan, JQH yang semula akan menggunakan Audit II bersedia dipindah ke GSG asal urusan perizinan ditanggung oleh Dema-U. Oleh karena itu acara kemudian sepakat dialihkan untuk mengakomodir kegiatan MPR. 

“Kami juga tidak mungkin menempatkan Ketua MPR di GSG,” katanya.

Selang beberapa waktu ternyata diluar prediksi pemindahan itu melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP) peminjaman GSG.

“Kami tidak berpikir teknis sejauh itu, kedepannya semoga menjadi pelajaran,” tandasnya.

Disebutkan dalam SOP pemanfaatan GSG hanya dipergunakan untuk kegiatan olahraga saja, tidak diperbolehkan untuk suatu acara yang mempergunakan panggung sebab lantainya terbuat dari kayu beralas karet.

Kepala Sub Bagian Rumah Tangga (Kasubag), Mahin mengakui dengan memperbolehkan mahasiswa menggunakan panggung untuk event di GSG itu berarti acara tersebut melanggar SOP. 

Namun, lantaran mahasiswa terus memaksa dan pihak pengelola tidak ingin ada bentrok dengan mahasiswa, akhirnya diijinkan.

“Kita harus berpikir lebih dewasa, tidak mau memberatkan pihak manapun dalam menyelenggarakan suatu acara,” tuturnya ketika ditemui oleh Kru LPMMISSI.COM dikantornya.

Reporter: Fitroh Nurikhsan (MG 2017)
Editor: Aditia Ardian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Contact Us