Mahasiswa Kecewa, Maksimal Pemotongan UKT Hanya 10%

Foto: Lpmmissi.com/ twitter.com

SEMARANG, LPMMISSI.COM- Presentase keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT), dengan pemotongan maksimal hanya 10% membuat beberapa mahasiswa kecewa.

Mahasiswa Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI), Chaerunisa Dewi Ningtyas, mengatakan bahwa penurunan UKT justru hanya memberatkan mahasiswa.

“Mahasiswa hanya meminta haknya seimbang antara pembayaran UKT dan apa yang kita dapat,” katanya saat diwawancarai kru lpmmissi.com pada kamis, (18/06).

Baca Juga: WR II UIN Walisongo: Tidak Kuat Bayar Tidak Usah Kuliah!

Menurutnya, persyaratan yang terlalu banyak justru mempersulit mahasiswa, sedangkan penerima keringanan hanya beberapa mahasiswa saja.

Hal serupa dirasakan mahasiswa Ilmu Politik, Talia Putri Sugianti, ia miris ketika mendengar keputusan terkait presentase keringanan UKT yang sangat kecil.

“UKT saya lebih dari Rp 5.000.000, sedangkan penurunan UKT hanya 10%,” ucapnya.

Baca Juga: Dema-U: Birokrasi Belum Beri Keterangan Terkait Pembatalan Pengurangan UKT

Azkia Ahilatu Syifa, mengaku kebijakan keringanan UKT menjadi sorotan bahwa kampus tidak benar-benar melakukan kebijakan secara adil, dan hanya memberatkan pihak mahasiswa.

Azkia juga menambahkan tidak hanya berat disyarat saja, kriteria untuk mendapatkan keringanan juga diperketat seperti grade UKT tingkat satu.

”Mungkin 10% bisa diterima asal berlaku bagi seluruh mahasiswa tanpa syarat yang rumit.” Pungkas Mahasiswa Angkatan 2019 Hukum Pidana Islam.

Penulis: Nainna Noor Halisha
Editor : Khoirun Nisa’

Leave a Reply

Contact Us

%d bloggers like this: