Buy now

31 C
Semarang
Kamis, Mei 30, 2024
spot_img

Launching Majalah Edisi 45, LPM Missi Adakan Seminar Merdeka dari Kekerasan Seksual

para peserta berfoto bersama pada kegiatan seminar dan launching majalah lpm missi edisi 45 (dok.lpmmissi/haqqi)
para peserta berfoto bersama pada kegiatan seminar dan launching majalah lpm missi edisi 45(dok.lpmmissi/haqqi)

SEMARANG, LPMMISSI.COM – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Missi mengadakan kegiatan seminar dalam rangka launching majalah edisi 45 bertemakan “Merdeka dari Kekerasan Seksual”, Senin (30/10). Kegiatan ini bertempat di Gedung Laboratorium Dakwah kampus 3 UIN Walisongo.

Kegiatan seminar ini diikuti oleh 40 mahasiswa yang terdiri dari berbagai jurusan di UIN Walisongo.

Ketua panitia seminar, Muhammad Zaky Ramadhani, mengatakan, tujuan diadakan acara ini selain memperkenalkan produk karya LPM Missi, juga dalam rangka mencarikan keadilan bagi korban kekerasan seksual, utamanya di lingkup perguruan tinggi.

“Acara seminar ini mengangkat tema merdeka dari kekerasan seksual dengan tujuan kita dapat mengulik data kekerasan seksual serta mencari kebenaran dan keadilan bagi para korban utamanya di lingkup kampus perguruan tinggi,” ucapnya.

Baca juga:Ber-Sumpah Pemuda

Kasus kekerasan terhadap perempuan dari tahun 2008 – 2020 sudah menyentuh angka 299.911 korban. Hal ini disampaikan oleh narasumber pertama, Zakiyah, dalam pemaparan datanya yang diambil dari Komnas Perempuan.

Ia juga menyampaikan, bahwa terkadang para korban kekerasan seksual tidak menyadari jika sebenarnya mereka sudah menjadi korban secara eksplisit.

“Beberapa alasan korban tidak lapor atas kekerasan yang dihadapinya diantaranya karena perasaan malu, khawatir, dan minimnya support system,” jelasnya.

Baca juga:Profil Nizar, Plt Rektor UIN Walisongo Pengganti Imam Taufiq

Lebih lanjut, materi tentang kekerasan seksual ini dipertajam oleh narasumber kedua, Nur Lailly, dalam pembahasannya mengenai beberapa kesalahan terhadap penanganan kasus tersebut.

“Kesalahan yang terjadi dalam penanganan kekerasan seksual ini adalah mencoba memediasi antara korban dan pelaku, karena hal tersebut justru dapat menambah trauma si korban,” jelasnya.

Baca juga:Jeritan Keadilan Korban Tragedi Kanjuruhan

Hal itulah yang menjadi salah satu alasan bagi LPM Missi menutup acara tersebut dengan penandatangan petisi menolak kekerasan seksual.

Petisi tersebut ditandatangani oleh seluruh peserta seminar yang juga dibarengi dengan foto simbolik atas diterbitkannya majalah LPM Missi edisi 45.

Reporter: Haqqi Idral
Editor: Aulia A Putri

baca juga

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0PengikutMengikuti
3,609PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

terkini