Buy now

32 C
Semarang
Rabu, Mei 22, 2024
spot_img

Buntut Pemberian Nasi Basi, Masa Adakan Aksi Simbolik di Depan Gedung Rektorat

foto:lpmmissi/aisha

SEMARANG,LPMMISSI.COM – Aksi Geruduk Rektorat yang digagas oleh Dema-U, Sema-U, dan Aliansi Mahasiswa Walisongo diwarnai dengan sejumlah aksi simbolik, diantaranya ialah penumpahan nasi basi, Rabu (9/8).

Aksi simbolik ini dilakukan dengan meletakkan nasi basi di depan pintu rektorat. Hal ini merupakan buntut atas pemberian nasi basi terhadap sejumlah mahasiswa baru di Mahad.

Menteri Koordinator Sosial dan Politik, Fuad Dhiyaulhaq, menuturkan aksi simbolik ini memiliki tujuan tersendiri.

“Agar (aksi) bisa ter-blow up ke media-media nasional”, ucapnya.

Sebelumnya, masa aksi melakukan bakar ban di depan gedung rektorat dan menyegel pintu menggunakan rantai. Aksi selanjutnya ialah penyampaian orasi dan nyanyian perjuangan yang digemakan bersama-sama.

“Pertama, ada pengembalian nasi basi, hal ini merupakan bentuk kekecewaan maba mahad terkait ketidaklayakan konsumsi. Kedua, vandal-vandal sarkas seperti “PT. Mahad Walisongo. Tbk”. Itu mengambarkan kampus ini bukan lagi sebagai instansi pendidikan melainkan, seperti perusahaan yang mengkomersialisasi mahasiswa untuk mencari pundi penghasilan,” kata Fuad.

Dalam Orasinya, Fuad menyayangkan penerimaan predikat yang diperoleh UIN Walisongo sebagai “Kampus dengan Keterbukaan Informasi”. Pada kenyataannya, UIN Walisongo justru kurang transparansi dalam program wajib Mahad yang sedang hangat diperbincangkan.

Fuad juga mengatakan bahwa sejumlah aksi simbolik ini harusnya bisa menjadi evaluasi dari pihak penyelenggara wajib Mahad.

“Tujuannya ialah agar dapat memberikan pelayanan yang semestinya,” pungkas Fuad.

Reporter: Haqqi Idral
Editor: Ma’rifah Nugraha

baca juga

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0PengikutMengikuti
3,609PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

terkini