Buy now

32 C
Semarang
Rabu, Mei 22, 2024
spot_img

Kata Zawawi Imran Soal Tugas Kebudayaan dan Potongan Surga

foto:lpmmissi.com/Habibi

SEMARANG,LPMMISSI.COM-Tari Pasambahan, tarian penyambut tamu khas Minangkabau disajikan untuk menyambut ketiga narasumber Ngaji Budaya Nusantara Culture Festival, K.H. Zawawi Imran, Sosiawan Leak, dan Romo Dr. Aloysius Budi Purnomo. Mereka diiringi oleh Rektor UIN Walisongo, Imam Taufik; Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) UIN Walisongo, M. Faris Balya; Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Wing Wiyarso

Kala para penari menyambut, rinai hujan tak ingin kalah menyambut. Namun, para penonton tetap duduk di Lapangan Kampus 3 UIN Walisongo, Kamis (25/5) malam.

Zawawi Imran membuka pembicaraannya dengan bahasa budaya menyambut redanya hujan.

“Kalau hujan hanya meresap ke dalam bumi tetapi kamu meresap ke dalam hatiku dan sekujur tubuhku,” katanya yang disambut riuhan sorak dan tepuk tangan.

Seorang ulama sekaligus penyair yang disebut Leak sebagai kiainya sastrawan, mengatakan, kehadirannya di UIN Walisongo seakan menjadi dosen.

Lelaki kelahiran Sumenep itu menyampaikan pesan-pesan dengan kalimat-kalimat yang menari-nari di telinga penonton yang mayoritas mahasiswa UIN Walisongo.

Zawawi menuturkan tugas kebudayaan adalah belajar, belajar, belajar, dan menguasai ilmu. Ia mengatakannya dengan penuh penekanan dan mengulang kata belajar tiga kali.

“Belajar harus benar-benar menggelora, berkobar-kobar di hati kita untuk mencapai prestasi belajar sehingga menjadi ilmuan yang cermelang di hari esok,” ucapnya dengan lantang dengan tangan kanan di dadanya.

Zawawi pun berpesan agar tetap bersemangat.

“Menobatkan diri jadi tua tetapi tetap remaja. Tua hanya karena hanya denyut waktu tetapi tetap muda karena pengalaman segar selalu diundang,” ucapnya dengan tenang.

Ia menegaskan kembali pentingnya belajar melalui sebuah kisah dalam kitab yang dikarang oleh Imam Syafi’i.

“Anak muda yang malas belajar itu berbahaya. Imam Syafi’i mengatakan ‘Kalau ada anak muda malas belajar di waktu mudanya, angkatlah takbir empat kali sebagai salat jenazah untuk kematiannya’,” ucapnya.

Zawawi mengatakan anak muda seperti itu tidak diperlukan dan bisa menjadi beban. Menurutnya, kepandaian saja tidak cukup tetapi perlu diiringi dengan tata krama.

Indonesia adalah Potongan Surga

Zawawi bercerita tentang kedatangan Rektor Universitas Al-Azhar Kairo, Syeikh Mahmoud Syaltut yang datang ke Indonesia untuk menghadiri Konferensi Islam Asia Afrika tahun 1965.

Ia menceritakan kekaguman Syaltut kepada keindahan Indonesia hingga mengucapkan “Indonesia adalah potongan surga yang diturunkan Allah.”

Zawawi mengatakan penyebab bukan orang Indonesia yang mengakui kekayaan tersebut.

“Karena orang Indonesia rendah hati walaupun punya tanah seindah surga. Butuh orang lain dulu biar objektif,” ucapnya.

Menurut penyair yang memiliki julukan “Si Celurit Emas” ungkapan kekaguman tersebutlah yang menjadi inspirasi Yok Koeswoyo mengarang lagu “Kolam Susu” yang dipopulerkan Koes Plus.

Zawawi mengatakan jika ingin Indonesia tetap subur dan makmur, Indonesia perlu dirawat dengan hati yang bersih serta budi pekerti yang indah.

“Hati yang bersih dikombinasikan dengan budi pekerti yang indah itulah yang dinamakan Pancasila,” tuturnya.

Ia pun membacakan penggalan puisinya berjudul “Indonesia Tanah Sajadah”

Kita minum air Indonesia menjadi darah kita
Kita makan buah-buahan dan beras Indonesia menjadi daging kita
Kita menghirup udara Indonesia menjadi napas kita
Kita bersujud di atas bumi Indonesia
bumi Indonesia menjadi sajadah kita
Satu saat nanti kalau kita mati
Kita akan tidur dalam pelukan bumi Indonesia
Daging kita yang hancur
Akan menyatu dengan harumnya bumi Indonesia

Sebagai penyair, Zawawi menutup dengan kalimat yang terdengar romantis.

“Semarang cintaku, Universitas Islam Negeri Walisongo sayangku, jejakku ku tinggal di sini tetapi senyummu ku bawa pergi,” tutupnya dengan indah.

Reporter: Muhammad Irfan Habibi
Editor: Indah Wulan Sari

baca juga

Leave a reply

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0PengikutMengikuti
3,609PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

terkini