Kaget UKT Tinggi, Muthi’atus Solihah Hampir Mengundurkan diri


SEMARANG – lpmmissi.com. Senat Mahasiswa Universitas (SEMA-U) bekerja sama dengan Senat Mahasiswa Fakultas (SEMA-F)  menyebar Angket Besaran UKT untuk mahasiswa baru, Rabu (24/8).
Ketua SEMA-F Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) mengatakan, tujuan dari angket itu sebagai data valid, karena upaya aksi yang dilakukan beberapa kali belum berdampak banyak, atau hanya menyentuh permukaan saja.

 “ Kita (SEMA) ingin menunjukkan ini lhomahasiswa UIN Walisongo yang keberatan dengan kebijakan UKT, sehingga pimpinan universitas sadar dan tahu efek dari kebijakan itu,” katanya.

Keberatan salah satunya dirasakan oleh Muthi’atus Solihah, mahasiswa baru jurusan Manajemen Dakwah (MD) asal Tuban. Penghasilan orangtua yang tidak menentu membuat mahasiswi yang akrab disapa Tia itu  khawatir akan kelanjutan pendidikannya ke depan.

Sehari-hari, orangtua Tia hanya bekerja sebagai penjual bensin eceran dengan penghasilan tidak menentu. Dia memilih UIN Walisongo karena mendapat kabar bahwa biaya kuliah di kampus itu terjangkau jika dibanding perguruan tinggi di Jawa Timur.

Tia mengatakan, pengunduran jadwal pengumuman UKT sempat membuat Tia bingung. Sebelumnya, pengumuman UKT dijadwalkan tanggal 18 Agustus 2016, kemudian diundur sampai 28 Agustus 2016. Waktu pengunduran itu bersamaan dengan jadwal verifikasi mahasiswa FDK.

“ Saya cuma duduk-duduk sampai dzuhur, karena belum ada kejelasan tentang besaran UKT,” imbuhnya.

Berbekal uang saku satu juta rupiah, Tia memutuskan untuk pergi ke Semarang melakukan verifikasi. Saat tiba di Semarang, Tia mendapat informasi UKT yang harus dia bayar sebesar 1,6 juta. Akhirnya, dengan berat hati Tia memberi tahu kedua orangtuanya. Untuk menutupi kekurangan, orangtua Tia mencari pinjaman.

 “ Jika pengumuman UKT tidak telat, mungkin saya juga memutuskan untuk tidak kuliah saja, tapi saya sudah terlanjur di Semarang saat itu,” ujar sulung dari enam bersaudara itu.

 Agar tidak semakin memberatkan orangtuanya, Tia memilih tinggal di Ma’had Walisongo dengan alasan biaya yang terjangkau. Selain itu, Tia didampingi oleh SEMA-F FDK akan mengusahakan agar bisa mengikuti program Bidikmisi. (Korie Khoriah)

Leave a Reply

Contact Us

%d bloggers like this: